FOKUSKINI – Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rudy Suhendar mengungkapkan dalam siaran pers hari Rabu (2/1/2019), bahwa berdasarkan hasil evaluasi terbaru tentang seismik dan data visual yang dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terhadap Gunung Anak Krakatau menunjukkan saat ini masih dalam fase erupsi, di samping itu masih terekam kegempaan di stasiun seismik di Pulau Sertung berupa gempa-gempa letusan, hembusan, dan tremor menerus dengan amplitudo maksimum dominan 7mm.

“Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih Siaga (level III) dan erupsi masih terjadi, masih terdapat ancaman berupa lontaran material letusan, sehingga direkomendasikan untuk tidak mendekat dalam radius 5 kilometer dari kawah, yaitu didalam area yang dibatasi oleh Pulau Rakata, Pulau Sertung, Pulau Panjang. Status Siaga ini hanya berlaku untuk aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau,” ujar Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Rudy Suhendar.

Rudi juga menjelaskan, bahwa tidak ada potensi terjadinya tsunami dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau tersebut.

“Berdasarkan analisis data yang dimiliki, Badan Geologi menyimpulkan bahwa tidak ada potensi terjadinya tsunami yang disebabkan oleh aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau,” lanjut Rudy Suhendar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *