FOKUSKINI – Selepas menghibur masyarakat pengunjung Pekan Raya Indonesia di ICE, BSD City, Banten di atas panggung International Indie Music Festival. Selanjutnya, penyanyi asal Belanda keturunan Indonesia, Annabel Laura berusaha melanjutkan kerja kolaborasinya di Indonesia setelah bernyanyi bersama Bivo, putri kandung living legend Ivo Nilakreshna di festival indie IIMF dan kemudian bermain di Space Dimsum Festival, Kemang, Jakarta Selatan dengan Toto Tewel, Tiwi Shakuhachi dan Baruna awal pekan ini.

Begitulah, pemilik album solo “Ibu Pertiwi” ini masih memiliki semangat lanjut berkarya kreatif dengan Harry Pochang dan Bivo lagi di Bandung, Jawa Barat terus ke Yogyakarta berurusan musik dengan Sirkus Barock, lalu ke Surakarta, Jawa Tengah bergaul kreativitas dengan musisi dan penyanyi keroncong, Endah Laras

Aktivitas berkesenian ini, menurut Annabel, seperti bergiat dalam laboratory pembelajaran bersekolah yang panjang selain bergaul secara kreatif ataupun bukan sekadar teman berkenalan saja tapi berusaha membuat karya kreatif bersama-sama secara terbuka.

Kebetulan, lagu-lagunya di album Ibu Pertiwi berhubungan terkait dengan Indonesia, bersahabat dengan bagian sejarah leluhurnya.

Mengenai penggunaan lirik berbahasa Indonesia, meski keseharian sejak bayi sudah mendarahdaging dengan bahasa Belanda, dia memang menyimpan hasrat kuat untuk mecoba fasih dan belajar langsung dan melagukannya dipandu teman-teman seniman musik di Bali.

Mengenai genre musik yang dimainkannya, diakui sulit untuk memasukkannya dalam kategori musik yang umum, tetapi ada teman yang mengatakan musiknya sebagai Earth Soul.

“Tetapi musikku sangat cair karena mudah banget beradaptasi dengan berbagai genre,” jelas Annabel.

Catatan menarik lainnya selepas pentas IIMF, juga dilakukan grup band punk indie asal Prancis “The Shapers” yang sebetulnya sudah tidak asing lagi ditengah-tengah komunitas penggemar setia Superman Is Dead dan Endank Soekamti karena telah saling berkolaborasi beberapa waktu lalu.

Kenapa pula The Shapers ditunggu-tunggu lagi kabar hebatnya, ya lantaran cover version lagu “Garuda Pancasila” kreasi tersendiri mereka yang sempat ditampilkannya di panggung IIMF 2018 bakal dirilis ke masyarakat umum, tepat pada perayaan Hari Sumpah Pemuda di 28 Oktober nanti. Kita nantikan saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *