FOKUSKINI – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali memfasilitasi sejumlah pelaku kreatif subsektor Seni Pertunjukan di festival seni OzAsia Festival 2018 yang berlangsung hingga 11 November nanti. Festival seni tersohor di seluruh Asia ini kembali diselenggarakan di Adelaide Festival Centre, Australia Selatan, Australia. Ini adalah partisipasi di tahun yang ketiga bagi Bekraf, sejak tahun 2016.

“Kami berharap agar pada partisipasinya tahun ini, seni pertunjukan Indonesia semakin dikenal dan diakui eksistensinya di lingkup Asia secara khusus, dan global secara umum,” demikian keterangan tertulis Deputi Pemasaran Bekraf, Joshua Puji Mulia Simandjuntak.

OzAsia Festival adalah sebuah festival seni yang berfokus kepada seni pertunjukan kontemporer seperti seni tari, teater, musik, seni visual serta film. Dengan ruang lingkup yang terfokus, namun tidak terbatas pada regional Asia-Pasifik.

OzAsia Festival tahun ini dimeriahkan oleh sekitar 817 artis dari 19 negara, yang akan tampil dalam 251 jadwal pertunjukan dalam rentang waktu dua minggu.

Pada perhelatannya tahun ini, OzAsia Festival juga memasukkan program konferensi serta pasar seni pertunjukan yang telah terkenal di seluruh Asia yakni Borak Arts Series.

Pada gelarannya tahun ini, Borak Arts Series diagendakan hadir dengan sesi Pitchpad yang memberikan kesempatan bagi para seniman terpilih untuk bisa melakukan presentasi di depan para pelaku industri seni pertunjukan yaitu seniman, direktur pertunjukan, direktur festival serta investor lainnya.

“Penyelenggaraan seni pertunjukan Borak Arts Series di OzAsia Festival tahun ini, juga diharapkan dapat menjadi platform bagi para pelaku kreatif seni pertunjukan lokal untuk memaksimalkan keberadaan karya mereka dari sisi bisnis,” kata Joshua.

Pada partisipasinya di tahun ini, Bekraf membawa lima pelaku kreatif subsektor Seni Pertunjukan dengan rincian dua pelaku diagendakan tampil di OzAsia Festival, serta tiga pelaku berjadwal menghadirkan presentasi karyanya di sesi Pitchpad Borak Arts Series.

Dua pelaku kreatif yang berjadwal naik pentas pada OzAsia Festival tahun ini adalah seniman tari berlevel internasional, Eko Supriyanto dengan karya terbarunya bertajuk SALT, serta kolektif pertunjukan boneka dan seni visual “Papermoon Puppet Theatre” yang berkolaborasi dengan Polyglot Theatre asal Australia untuk menampilkan pertunjukan Cerita Anak, tentang petualangan membelah lautan dengan mengkombinasikan seni wayang boneka, musik serta teater.

Selain itu, tiga pelaku kreatif seni pertunjukan asal Indonesia juga berjadwal rencana untuk unjuk gigi dalam sesi presentasi Pitchpad Borak Arts Series yang berlangsung pada Kamis hingga Sabtu (1-3/11/2018). Ketiganya antara lain adalah Drupadi ID yang menyiapkan presentasi karyanya berjudul “Sounds of Three Lake”, Dwi Maharani Pane dengan karya “Vertical Limit”, serta Otniel Tasman dengan karyanya bertajuk NOSHEHEORIT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *