Fokuskini – Fluktuasi harga internasional mempengaruhi penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan Bea Keluar (BK) periode Januari 2019.

Dibandingkan dengan HPE periode Desember 2018, sebagian komoditas mengalami penurunan dan sebagian mengalami kenaikan HPE. Ketentuan ini telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 124 Tahun 2018. (http://jdih.kemendag.go.id/regulasi)

“HPE beberapa produk pertambangan mengalami kenaikan maupun penurunan yang disebabkan oleh adanya fluktuasi harga internasional. Produk konsentrat tembaga, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil yang mengalami kenaikan,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan, melalui siaran pers Kementerian Perdagangan jelang libur akhir pekan ini.

Sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, nikel, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.

Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal. Sedangkan konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, nikel, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).

Dibandingkan periode sebelumnya, produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga rata-rata pada periode Januari 2019 adalah konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) pada periode Januari 2019 ditetapkan dengan harga rata-rata USD 2.227,43/WE atau naik sebesar 0,43%, konsentrat seng (Zn ≥ 51%) dengan harga rata-rata USD 685,97/WE atau naik sebesar 0,29%, konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45%) dengan harga rata-rata USD 213,58/WE atau naik sebesar 2,15%, dan konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90%) dengan harga rata-rata USD 880,74/WE atau naik sebesar 0,13%.

Produk pertambangan yang mengalami penurunan dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah konsentrat mangan (Mn ≥ 49%) dengan harga rata-rata USD 319,88/WE atau turun sebesar 0.34 %, konsentrat timbal (Pb ≥ 56%) dengan harga rata-rata USD 801,55/WE atau turun sebesar 0,11%, nikel (Ni < 1,7%) dengan harga rata-rata USD 15,76/WE atau turun sebesar 6,88 %, dan bauksit (Al2O3 ≥ 42%) dengan harga rata-rata USD 26,18/WE atau turun sebesar 0,87%.

Sementara itu, konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62%), konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50% dan (Al2O3 + SiO3) ≥ 10%), konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56%) dan pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54) tidak mengalami perubahan.

Menurut keterangan Oke Nurwan, penetapan HPE periode Januari 2019 ini ditetapkan setelah memperhatikan berbagai masukan tertulis dan koordinasi dari berbagai instansi terkait. (pr/yay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *