Fokuskini – Riuh politik identitas yang menggunakan simbol-simbol agama pada saat pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden, disinggung kembali oleh Yenny Wahid, karena dinilai berbahaya dan membikin ajaran Islam jadi disalahpahami.

Padahal, diharapkannya. umat Islam yang mayoritas di negeri ini harusnya responsif pada kepentingan masyarakat banyak. “Ini menjadi masalah besar,” keluh Yenny Wahid sebagai pendiri Islamic Law Firm yang juga menjabat dewan penasehat, saat baru saja ia meresmikan ILF di Jakarta hari Jumat tadi (25/10/2019).

Firma hukumnya tersebut, dijanjikannya, bukan sekadar melakukan pembelaan hukum atas pengaduan masyarakat namun juga ikut mengusulkan tatanan hukum yang punya visi ke depan.

Salah satu inovasi yang hendak dihadirkan ILF adalah ADILah berupa konsultasi hukum gratis lewat akses pembaruan teknologi aplikasi interaktif mobile apps.

Sebagai firma hukum berbasis (keagamaan) Islam, Yenny tegas-tegas mengatakan, ILF harus turut menampilkan wajah Islam sebagai agama kemajuan dan keunggulan.

Kasus perceraian, hak asuh anak, pembagian harta gono-gini, penyelesaian sengketa waris, penanganan korban KDRT, penyelesaian sengketa arbitrase, kepailitan, persaingan usaha, sengketa pajak, pengadilan industrial dan segala upaya-upaya pembelaan hukum siap dilayani.

Jasa hukum ILF juga bersedia menangani bidang non-litigasi. Dengan melibatkan para ulama yang kompeten di sektor syariah Islam. (yay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *