FOKUSKINI – Hasil imbang mungkin nanti juga sekadar jadi falsafah keberuntungan bagi Jose Mourinho ditengah persiapan laga tandang menuju Turin, Italia mengantar skuad Manchester United melakoni laga fase grup Liga Champions menghadapi Juve di Stadion Juventus hari Kamis (8/11/2018) mulai jam 03.00 WIB, ditayangkan langsung di RCTI.

Perasaan khawatir kalah juga wajar bila bertambah tensinya, sembari peramu strategi Manchester Merah ini menunggu kepastian cedera Romelu Lukaku apakah sudah sepenuhnya bisa sembuh pada Senin pekan depan (5/11/2018).

Sejak gagal meraih keberuntungan mengimbangi Juventus akibat gol cerdas Paulo Dybala di pekan ketiga gengsi pertarungan Liga Champions Eropa. Ditambah pula dengan kegundahan akibat modus injury time yang terbilang lebay dan membuat Man United gagal menang saat melawan Chelsea.

Maka wajar bila timbul problem kekecewaan berlebihan yang mengganggu kepercayaan diri mantan coach Chelsea, Real Madrid dan Inter Milan ini. Sehingga muncul ungkapan kalimat keberuntungan, keajaiban maupun nasib Man United yang bagaikan tertolong oleh karakter permainan fantastis segolongan pemainnya, dengan mampu menghindarkan Setan Merah dari kekalahan ataupun malah menang di kompetisi liga utama Inggris, Premier League pada dua pekan terakhir.

Tekanan menyesakkan bagi Mourinho terobati dengan kemenangan 2-1 United mengatasi Everton minggu lalu, dan Bournemouth pada Sabtu malam tadi (3/11/2018).

Seperti diberitakan The Guardian, Jose Mourinho mengakui performa Manchester United di babak pertama melawan Bournemouth sempat tertimpa bencana, sembari dia melontarkan pujian pada taktik perlawanan Setan Merah yang sanggup membangun fighting spirit, serta membalikkan keadaan dengan mengalahkan Bournemouth untuk pertama kalinya di kandang Vitality Stadium pada awal musim ini, Terima kasih buat pemain pengganti Marcus Rashford yang menciptakan gol kemenangan di masa injury time.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *