FOKUSKINI – Warung kuliner mie ayam selain kedai mie instan, demikian umum dan gampang ditemui dimana-mana, di pelosok sampai ke pusat kota di Indonesia karena terbilang terjangkau harga belinya ketika di rumah kita kehilangan kesempatan sarapan pagi.

Ataupun sebagian karyawan bergaji bulanan dan berpenghasilan pas-pasan, mereka memanfaatkan nikmat murah makan siang berkuliner bareng-bareng mencari lokasi tongkrongan warung mie ayam dengan teman sekerja, walau mungkin tidak rutin setiap hari.

Harga seporsi mie ayam gerobak, karena pastinya mereka biarpun tidak lagi menjajakan bisnis kulinernya berjalan keliling di kawasan perumahan dan perkantoran, ya tetap mereka bergerobak sebagai ruang dapurnya — adalah berkisaran harga seporsi Rp 12.000 hingga Rp 15.000 pada sekarang ini.

Mie ayam pangsit Abi Bayu

Mempersoalkan harga, seperti diutarakan Soeparmanto, ada seorang teman seprofesi yang mengaku terpaksa menaikkan harga lantaran nilai dolar terhadap rupiah pada waktu baru-baru ini sempat melonjak diatas 15 ribuan rupiah.

Lah, lantas kenapa Soeparmanto masih tetap sampai kini seporsi mie ayam plus pangsitnya tetap Rp 10.000? “Bentar lagi, mungkin saya cuma tega menaikkan sampai sebelas ribu rupiah saja,” ujar pria beristri dengan dua anak lelaki itu, saat ngobrol di lokasi mangkalnya di kawasan ruko Jalan Ciledug Raya, diluar komplek perumahan Shangrila Indah Unit 1, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan.

“Yang bikin saya gak tega untuk gampang naikin harga, terutama ketika datang pelanggan emak-emak dengan dua sampai tiga anak bocahnya. Bayangkan, kalau saya ikut-ikutan gampang naikin harga seporsiannya, sementara anak-anaknya merengek-rengek mau makan mie ayam, padahal ibunya cuma mulanya bertujuan belanja ke Indomaret,” keluhnya.

Soeparmanto usia 45 tahun asal Wonogiri, Jawa Tengah semula berdagang kuliner mie ayam di seputar kawasan Pasar Pagi Asemka, Jakarta Barat hingga kemudian “melarikan diri” pindah ke wilayah Petukangan Selatan karena terbawa trauma huru-hara krisis ekonomi nasional pada tahun 1998 dimana kekuasaan berlama-lama Jenderal Soeharto akhirnya  tumbang.

Kini, geliat bisnis kuliner Soeparmanto yang terbilang laris itupun memajang nama “Mie Ayam Pangsit Abi Bayu”, diambil dari usulan nama lahir bocah sulungnya.

Larisnya hidangan mie ayam sajian Soeparmanto bukan lantaran tergolong murah, karena coba saja mencicipi kualitas nikmat mie hasil adonan tepung beserta bumbu ayam berselera nikmat yang jauh berbeda rasanya dibandingkan mie ayam gerobak lainnya yang cenderung Anda keluhkan murahan dan cuma kebetulan saja disinggahi saat berpakir mobil sembari menantikan sang istri berbelanja bersama anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *