FOKUSKINI – PT Pertamina (Persero) meraih tiga penghargaan Sustainable Business Awards (SBA) Indonesia, yaitu Best Energy Management, Special Recognition, Stakeholder Engagement & Materiality, dan Special Recognition, Stakeholder Engagement & Materiality.

Corporate Secretary Pertamina, Syahrial Mukhtar dalam keterangannya menyebutkan, terkait dengan penghargaan Best Energy Management, pihak Pertamina terus berusaha untuk mencapai target bauran energi baru dan terbarukan (31% dari total energi pada tahun 2050). “Dari penghargaan ini juga menunjukkan bahwa Pertamina telah mampu dengan sangat baik dalam memahami suistanable challenge bisnis yang ada,” imbuh Syahrial.

Syahrial berharap, penghargaan SBA ini dapat memotivasi insan Pertamina untuk terus berinovasi demi lingkungan yang lebih baik lagi ke depannya. “Kita harus berorientasi pada sustainability development dalam menjalankan operasional perusahaan. Karena apa yang kita lakukan sekarang berdampak bagi kehidupan di masa yang akan datang demi anak cucu kita, demi lingkungan,” lanjut keterangannya.

Menurut Syahrial, ketiga penghargaan ini menunjukkan komitmen Pertamina yang telah memetakan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam strategi bisnis dan delapan prioritas Pertamina. Kontribusi Pertamina untuk pencapaian tujuan global tersebut dibuktikan melalui dukungan yang ditunjukkan dalam berbagai program pengembangan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Sustainable Business Awards (SBA) adalah sebuah penghargaan yang diberikan kepada pelaku bisnis di seluruh dunia dan telah berlangsung di enam negara. SBA tahun ini diselenggarakan oleh Global Initiatives bersama PwC, Bappenas, Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), Control Union, Kigali Cooling Efficiency Programme (K-CEP), Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) dan CNBC Indonesia.

SBA bertujuan untuk meningkatkan kesadaran praktik bisnis berkelanjutan serta mendemonstrasikan berbagai manfaat dari bisnis tersebut. Tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan, melainkan lingkungan dan seluruh pemangku kepentingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *