Fokuskini – Aktivitas pembinaan di Novartis Young Innovators’ Camp (NYIC) di Jakarta telah memilih lima peserta terbaik lulusan sarjana Indonesia yaitu Fahmi Fathurrahman, Institusi Teknologi Bandung jurusan Teknik Geologi; Hana Farida Selvyani, Universitas Katolik Parahyangan jurusan Teknik Informatika; I Wayan Sugiri, Universitas Udayana jurusan Kimia; Istiffa Nurfauziah, Institusi Teknologi Bandung jurusan Biologi dan Sujatmoko Sentika, Universitas Padjadjaran jurusan Farmasi.

Mereka yang terpilih juga telah menyelesaikan program Pascasarjana di berbagai universitas luar negeri dan kembali ke Indonesia agar dapat mengaplikasikan kontribusinya di dalam negeri, khususnya di industri kesehatan.

Mereka telah melalui tugas kelompok untuk mengerjakan pilihan studi kasus penyakit, yakni psoriasis dan transplantasi ginjal. Inovasi yang ditawarkan oleh para kandidat pun beragam. Mulai dari perencanaan pembuatan aplikasi kesehatan untuk mencegah penyakit gagal ginjal, memberikan inovasi digital untuk memperkenalkan dan mengedukasi persoalan penyakit psoriasis dan transplantasi ginjal kepada masyarakat umum Indonesia, hingga mengelaborasi solusi terapi sel untuk penyakit gagal ginjal kronis.

“Kami sangat bangga dengan inovasi yang dipaparkan oleh (keseluruhan) 25 peserta di NYIC. Tujuan dari diselenggarakannya NYIC adalah untuk melahirkan dan melatih talenta muda Indonesia, untuk berkontribusi dan berinovasi bagi sistem kesehatan Indonesia. Sehingga kami berharap kedepannya, seluruh peserta NYIC tahun ini dapat terus mengembangkan talenta mereka, untuk menjawab setiap tantangan industri kesehatan yang terus berkembang,” ungkap Jorge Wagner, Presiden Direktur Novartis Indonesia dalam keterangannya.

Selama tiga hari, 25 peserta tersebut diberikan pembekalan yang disampaikan oleh para pakar terbaik Indonesia. Tidak hanya di bidang kesehatan saja, tetapi juga dari berbagai bidang yang memberikan materi mengenai inovasi.

Para pakar yang terlibat antara lain Fadli Wihandarwo, pendiri Pasienia yang memberikan materi mengenai inovasi di industri kesehatan; Prof Dr Budi Wiweko, Deputy Director Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia, yang memberikan ilmu mengenai research and development; Taufik Zuhdi Utomo, Head of Commercial Excellence Novartis Indonesia yang memaparkan tantangan yang dihadapi di industri kesehatan Indonesia, dan masih banyak lagi.

Selain itu, Prof DR Rina Indiastuti, Sekretaris Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi turut menjadi pembicara dalam rangkaian program NYIC ini, dan menjadi salah satu juri untuk menilai dan menyeleksi akhir 25 peserta tersebut.

Novartis ingin menunjukkan kepada para peserta bahwa untuk berinovasi di bidang kesehatan, dibutuhkan lintas disiplin yang dapat membantu dalam pengembangannya dari berbagai sudut pandang.

“Melalui program NYIC ini, kami membuktikan bagaimana generasi muda merupakan generasi yang wajib kita perhatikan aspirasinya dan berdayakan kemampuannya. Lima talenta muda telah resmi menjadi bagian dari Management Trainee Novartis Indonesia dan akan bersama kami menjalankan inovasi yang telah direncanakan,” ditambahkan Jorge Wagner.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *