Fokuskini – Konsep perawatan kulit di saat sekarang sebaiknya jangan lagi bermetode observasi, atau sekadar mengaplikasikan formula kecantikan, apalagi tindakan coba-coba (trial and error) karena pastinya menghabiskan banyak waktu dan biaya untuk mendapatkan jenis perawatan yang tepat, atau malah fatal membuat kerusakan kulit.

Kebutuhan setiap individu untuk perawatan kulit adalah bagaimana seseorang harus menemukan solusi yang tepat. Untuk itu langkah pertama yang harus ditempuh adalah perlunya memiliki pemahaman terhadap karakter jenis kulitnya sendiri.

Namun tanpa diagnosa yang akurat, pastinya sulit untuk Anda bisa memenuhi kebutuhan perawatan yang benar karena ada 16 karakteristik jenis kulit yang saling berbeda dan perlu dipahami. Berangkat dari diagnosa yang kuat, maka kita akan bisa merawat kulit sesuai dengan kebutuhan.

Dalam mengidentifikasi jenis kulit, sejauh ini masyarakat mengenal empat klasifikasi kulit yaitu kering, berminyak, kombinasi dan sensitif, sebagaimana pakar dunia kosmetik Helena Rubinstein telah mengenalkan hasil studinya dari periode awal tahun 1990-an. Namun belakangan ini dimana produk perawatan kulit makin inovatif, dengan begitu klasifikasi Rubinstein tidak lagi cukup untuk menentukan karakteristik kulit secara lebih spesifik.

Kini indikator Baumann Skin-Type (BSTI) menjadi parameter baru dalam kita mengidentifikasi karakter atau jenis kulit secara luas. BSTI memberikan pendekatan baru yang mengklasifikasikan jenis kulit melalui 4 parameter ciri kulit yaitu kering atau berminyak, sensitif atau resisten, berpigmen atau tidak, dan berkerut atau kencang.

Nah, kini setelah melewati lebih dari dua tahun penelitian melalui personalisasi berbasis teknologi, tahap identifikasi sampai kebutuhan perawatan kulit telah dipermudah.

ERHA mengumumkan inovasi terbaru yang dinamai ERHA.DNA sebagai smart skin solution yakni sistem pintar berbasis artificial intelligence (AI) dan DNA untuk menentukan personalized product yang sesuai dengan jenis kulit dan kebutuhan unik setiap individu.

“Kondisi kulit bisa berubah-ubah, tapi genetik tidak sama sekali,” ungkap dr Devina Nova Estikaratri, Head of ERHA.DNA dalam keterangannya.

“Karena tidak ada individu yang sama, maka sistem pintar ERHA.DNA ini bisa membantu perawatan kulit dengan tingkat akurasi penilaian yang tinggi karena diformulasikan sesuai dengan hasil tes AI dan DNA dari tubuh kita sendiri demi untuk perawatan kulit yang tepat,” jelas dr Devina lagi. (yay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *