FOKUSKINI – Meski semenjak lama orang banyak percaya tentang meminum air urin sendiri bermanfaat mencegah penyakit kanker hingga meningkatkan kesehatan kulit pada manusia, namun sebaliknya juga masih tetap banyak orang dan pakar kesehatan serta dokter yang menyanggah dan melawan kemungkinan pemanfaatannya sebagai terapi pengobatan alternatif.

Seriuskah kalian mau-maunya meminum air kencingmu sendiri, dan pihak lain bahkan menganggap kecenderungan melakukan itu benar-benar menakutkan layaknya horor saat menjumpai hantu di sekitar lokasi yang angker. Walau mungkin jutaan orang kini di beberapa penjuru dunia sudah memperlihatkan bukti kondisi kesehatannya, lantaran rutin sedikitnya setiap pagi selesai bangun tidur segera meminum segelas air kencingnya sendiri.

Di kalangan sosialita terpandang, sebutlah misalnya aktris penyanyi Gwyneth Paltrow yang telah mengakui khasiatnya uroterapi bagi kebugaran tubuhnya sendiri, mengikuti praktik pengobatan dan pencegahan penyakit dari masa lampau demi untuk kulit yang cerah menyegarkan, peningkatan stamina tubuh dan vitalitas keseharian secara keseluruhannya.

Kalau toh hingga sekarang ini tetap jadi perdebatan umum, serta menimbulkan konflik perorangan saat langsung mencoba meneguk kehangatan segelas air kencing meski itu cairan urin yang keluar dari alat kelaminnya sendiri, bukan cairan kutukan dari hantu yang tersesat.

Urin atau air kencing kita tercatat berkandungan 95 persen cairan air dan 5 persen selebihnya adalah nutrisi seperti kalsium, zat besi,magnesium serta zinc. Hal itu ditegaskan Shona Wilkinson, Kepala Nutrisionis di NutriCentre.

Urin, menurutnya, telah melewati penyaringan dari unsur beracun secara dua kali melewati hati dan kemudian ginjal. Segala racun di tubuh dibuang sebagai tinja yang dikeluarkan setiap hari lewat dubur. Itulah kenapa urin kita terbilang steril. Itulah pula mengapa suku Indian Aztek memanfaatkan urin untuk mencegah infeksi pada sayatan luka, dan kenapa pula dari masa silam urin telah digunakan pada terapi pengobatan Ayurveda sejak era India kuno, serta dipakai untuk praktik penyembuhan medis di Tiongkok.

Namun, hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang berhasil mengungkapkan apa saja dampak positif dan negatif dari pemanfaatan urin yang cukup teruji atau dapat dijadikan acuan.

Para ahli kesehatan mengambil kesimpulan bahwa minum air kencing pada umumnya tidak akan menimbulkan efek samping yang berbahaya, tetapi kandungan-kandungan dalam urin belum pasti memberikan khasiat tertentu bagi tubuh. Meskipun memang ada, nutrisi atau zat-zat positif dalam urin namun jumlahnya amat sedikit dan kekuatannya sangat kecil.

Komunitas ilmiah dan medis kebanyakan masih menolak terapi urin atau pemanfaatan urin secara umum. Uji laboratorium yang dilakukan oleh beberapa peneliti seperti di Loyola University of Chicago ternyata membuktikan masih adanya berbagai bakteri hidup di dalam air seni Anda.

Ini berarti air seni tidak bersifat steril seperti yang diyakini orang-orang pada zaman dahulu. Para ahli keseharan, dokter, dan tenaga medis umumnya menyarankan agar Anda lebih fokus pada pola makan yang seimbang, gaya hidup sehat, serta cara pengobatan yang sudah terjamin. (joj/berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *