FOKUSKINI – Ismiyono, Hubertus Sadirin, I Gusti Ngurah Putu Wijaya dan D Zawawi Imron telah menerima Penghargaan Kebudayaan yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2018.

Ismiyono dan Hubertus Sadirin menerima penghargaan kebudayaan atas kontribusi mereka sebagai anggota regu pemugaran Candi Borobudur yang berlangsung pada tahun 1973 hingga 1983.

Putu Wijaya menerima penghargaan atas karya-karya sastranya. Hingga saat ini Putu Wijaya telah menghasilkan 30 novel, 40 naskah drama, sekitar 1.000 cerita pendek (cerpen) serta karya lain seperti esai dan artikel lepas.

Sastrawan lain yang juga menerima penghargaan kebudayaan adalah D Zawawi Imron berkat kontribusinya sebagai penyair dan pendakwah yang terus menyiarkan kebajikan sastra dan religi ke seluruh Indonesia.

Zawawi Imron berharap KKI dapat memberikan warna dan harkat baru bagi kebudayaan Indonesia. Ditambahkannya, bahwa para budayawan bertekad agar Indonesia tidak hanya bisa sejajar dengan negara lain, melainkan bisa mengejar ketertinggalan sehingga melampaui negara lain, dan harum di tengah-tengah kebudayaan dunia.

“Untuk sampai kesitu, butuh hati yang santun dan indah, hati yang bersih, supaya tidak terjadi cekcok, fitnah, atau ujaran kebencian. Berpikirlah kamu dengan hati yang jernih, maka kemuliaan akan memenuhimu,” lanjutnya.

Presiden Jokowi juga menyampaikan apresiasinya kepada para budayawan dan sastrawan yang hadir dalam KKI 2018, serta kontribusi mereka dalam menjaga budaya Indonesia. “Saya yakin kebudayaan kita tetap mengakar kuat dalam keindonesiaan kita, sekaligus tumbuh subur mewarnai belantara budaya dunia,” ujar Jokowi pada bagian keterangannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *